Tangkap! Diduga Bandar Sabu Alias Kojek Memiliki Jaringan Terstruktur dan Sistematis di Ajamu

waktu baca 3 menit
Kamis, 18 Sep 2025 19:55
"Administrator-SG"

AJAMU (MARKIBONG.COM) — Masyarakat kembali menggema Keras. Mereka menantang langsung aparat penegak hukum di Kabupaten Labuhan Batu, mulai dari Satnarkoba Polres Labuhan Batu, polsek Panai Tengah Kodim 0209/LB, hingga Subdenpom I/1-2 Rantau Prapat, untuk memburu dan melumpuhkan sosok yang diduga kuat sebagai gembong narkoba besar, Kojek. Nama ini disebut-sebut sudah lama menjadi “hantu” yang meracuni generasi muda melalui bisnis sabu dengan jaringan yang sangat rapi.

Informasi dari masyarakat menyebutkan, Kojek tidak hanya bergerak sendiri. Ia disebut memiliki jaringan terstruktur, mulai dari pengawas lapangan yang sering dijuluki “tukang bagi buah”, hingga kaki tangan yang menjadi tangan kanan kepercayaannya. Omzet bisnis haram yang digelutinya bahkan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan, sebuah angka yang fantastis sekaligus mengerikan bagi sebuah sindikat narkoba di daerah.

Jaringan Terstruktur, Lokasi disebar di Beberapa Titik

Salah satu titik yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba jaringan Kojek berada di desa cinta Makmur, Kelurahan Sigambal, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Dilokasi tersebut, Kojek diduga sebagai bandar dan pengedar Mereka diyakini menjalankan roda bisnis sabu langsung di bawah komando Kojek.

Tak berhenti di sana, jaringan ini juga merambah ke daerah Desa Cinta makmur, Kecamatan Panai Tengah. Di titik ini, seorang pria disebut-sebut sebagai tangan kanan sekaligus orang kepercayaan kojek ditengarai memiliki peran vital, yakni membagi paket narkoba ke berbagai titik distribusi yang telah diatur sedemikian rupa, bahkan napi juga keras edar sabu. Pola kerja semacam ini membuat peredaran narkoba jaringan Kojek semakin sulit disentuh dan seakan dilindungi aparat hukum sempat.

Publik Geram: “Apakah Penegak Hukum Mandul?”

Masyarakat Labuhan Batu kini bukan hanya resah, melainkan juga geram. Mereka melihat peredaran sabu yang semakin menggila di bawah kendali Kojek sebagai ancaman nyata terhadap generasi muda. Tak sedikit anak-anak muda yang terjerat narkoba, hingga hidupnya hancur akibat candu sabu yang merajalela.

Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan nada tantangan keras kepada aparat hukum:

Saya mau lihat dan tantang Pak Kapolres Labuhan Batu (Satnarkoba), Kapolsek Panai Tengah.Pak Dandim 0209/LB, dan Pak Dansubdenpom Rantau Prapat. Sanggup dan mampu nggak mereka tangkap Kojek yang diduga gembong narkoba besar ini? Atau jangan-jangan penegak hukum di panai tengah ini mandul dan tak bernyali?”

Pernyataan ini menggambarkan betapa kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum mulai memudar. Publik menilai, jika aparat benar-benar serius, seharusnya jaringan seperti ini bisa segera diputus.
Menunggu Tajamnya Hukum.

Kini masyarakat menunggu bukti nyata. Mereka ingin melihat sejauh mana tajamnya hukum bekerja untuk menghentikan dominasi Kojek di dunia narkoba desa cinta makmur kecamatan panai tengah. Jika tidak, ancaman terhadap masa depan generasi muda akan semakin nyata, dan narkoba akan terus merusak kehidupan sosial di di kecamatan panai Tengah kabupaten LabuhanBatu.

 

Kami menunggu, apakah hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas? Atau masih ada keberanian aparat untuk menuntaskan masalah ini? Kalau dibiarkan, anak cucu kami habis jadi gila karena sabu”, tegas salah seorang pemuka masyarakat.

 

Masyarakat kini bersatu, menyuarakan hal yang sama: tuntaskan kojek, bersihkan desa cinta makmur kecamatan panai tengah kabupaten Labuhan Batu dari racun narkoba. Publik menunggu langkah berani aparat, bukan sekadar janji tanpa bukti.
Kemarin sempat viral.viral nya membasmi narkoba namun saat ini menjadi senyap ada apa ya?..

(Tim)

# Tag Tekait

SG

views 220

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami Di

LAINNYA