TELUK KUANTAN (MARKIBONG.COM) — Berdasarkan dan Viralnya pemberitaan di berbagai media online terkait praktik prostitusi berkedok panti pijat milik RN di bawah MAN teluk kuantan membuat tanda tanya publik tidak hanya dari masyarakat sampai ke para Ibu ibu Majlis Taklim di Kuansing
Terlihat setiap pagi sampai jam 10 malam aktifitas di panti pijat tersebut berjalan baik dan lancar bak jalan tol bebas hambatan,bahkan saat ini di ketahui panti pijat yang di kelola mbak RN dan suaminya AL menambah anggota baru yang terlihat masih muda muda dan selalu berpakaian seksi di dalam panti pijat
Di ungkapkan oleh seorang pelanggan panti pijat RN yang enggan di sebutkan namanya mengatakan kepada awak media di panti pijat tersebut memang melayani pijat dan melayani plus plus asal bayaran nya cocok bahkan Bos nya sendiri mbak RN juga bisa di pakai walau pun suaminya ada di sana dan suaminya terkesan pembiayaran “ujarnya
Tak jarang juga pengelola panti pijat inisial RN bersama suaminya AL melakukan pesta miras di cafe remang remang di sekitaran komplek perkantoran Pemda Kuansing terkadang terlihat membawa serta anggotanya
Keterangan dari mantan anggota RN yang saat ini sudah berhenti bekerja di panti pijat tersebut menerangkan kepada awak media soal tarif jasa pijat 150 ribu untuk pelayanan pijat saja kalau untuk plus plusnya tergantung kesepakatan di kamar,kalau tarif plus nya terkadang 250 ribu sampai 300 ribu kalau tamunya baik kadang mau ngasih sampai 500 ribu bg ” jelasnya
Kami setor ke mbak RN sebagai uang kamar 100 ribu setiap turun kerja,kalau satu hari dapat lima tamu berarti kami setor 500 ribu “Tambahnya
Diketahui di tempat tersebut tidak ada di temukan alat terapis pijat pada umumnya yang ada hanya di lantai bawah di temukan ada empat buah bilik kecil di tutup kain gorden kasur dan kipas angin serta sekotak tissu
Warga masyarakat Kuansing khusus nya desa sawah kecamatan kuantan tengah mulai merasa resah dengan aktifitas panti pijat milik RN tersebut dan sudah viral pemberitaan di berbagai media online bahkan pernah kejadian tempat itu di grebek seorang ibu rumah tangga dan menemukan suaminya sedang di kamar bersama anggota pijat sedang dalam keadaan berpakaian setengah telanjang tapi tidak ada penindakan dari APH dan satpol pp bahkan dari pemerintah desa setempat
Oleh itu harapan kaum ibu ibu majelis taklim dan warga masyarakat sekitarnya berharap kepada APH dan satpol PP Kuansing untuk dapat segera menutup permanen tempat usaha milik RN yang di duga kuat tempat prostitusi terselubung berkedok panti pijat tradisional tersebut. (TIM/RED)
Tidak ada komentar